Ide Arsitektur Rumah yang Alami dan Nyaman

Ide Arsitektur Rumah yang Alami dan Nyaman

Isu keterbatasan energi yang merebak beberapa tahun ini tak dimungkiri membuat manusia terus memutar otak untuk melakukan penghematan. Ini tak terkecuali terjadi di bidang arsitektur. Fakta yang menyebutkan bahwa bangunan menghabiskan begitu banyak energi bumi, seperti air, listrik, hingga bahan-bahan mentah, mendorong para arsitek mengembangkan konsep green architecture. Sigit Kusumawijaya merupakan Arsitek yang juga inisiator gerakan Indonesia Berkebun ini acapkali menanamkan konsep green architecture pada karyakaryanya. Ini salah satunya terlihat dalam proyek hunian yang terletak di bilangan Cipete, Jakarta Selatan. “Bangunan ini dimanfaatkan sebagai rumah kos sekaligus rumah pemilik. Di sini saya menerapkan green architecture beserta prinsip-prinsipnya. Saya combine pula dengan konsep urban farming,” ujar Sigit. Menurutnya, ada setidaknya 3 prinsip green architecture yang ia terapkan di hunian ini, yakni ventilasi, pencahayaan, dan tanaman. Soal ventilasi, Sigit memberi sistem cross ventilation atau penghawaan silang hampir di setiap ruang.

Jadi, bukaan selalu ada di sisi yang berseberangan. Ini bertujuan agar udara dalam bangunan selalu bertukar sehingga kondisi di dalam ruang tidak pengap. “Rumah ini terletak di lahan hoek. Bangunannya memanjang ke samping dan angin datang tegak lurus dengan bangunan. Saya memberi bukaan selaras dengan arah datangnya angin, agar udara dapat mengalir lancar,” tutur Sigit. Selain itu, Sigit juga memberikan pelat-pelat besi di setiap kamar indekos. Pelat besi yang terletak di dinding bagian bawah dapat dibuka untuk memasukkan udara. Bila tak ingin menggunakan AC, penghuni indekos dapat membuka pelat ini. Udara yang masuk lewat bukaan pelat ini, rasanya tak kalah sejuk dengan AC. Yang kedua adalah pencahayaan. Dalam rumah ini, penghuni dibuat sedapat mungkin tidak menyalakan lampu pada siang hari.

Banyak jendela diletakkan di muka bangunan. Ada pula void di tengah massa bangunan yang memungkinkan cahaya matahari masuk dengan optimal. Yang tak kalah penting adalah keberadaan skylight di setiap kamar tidur, baik itu kamar utama pemilik rumah, kamar anak, maupun kamar indekos. Terakhir dan yang paling penting adalah keberadaan tanaman. Tanaman diletakkan hampir di setiap sudut rumah, baik di fasad, railing tangga, maupun atap. Di area fasad, tanaman berfungsi sebagai filter sinar matahari. Berkat keberadaan tanaman vertikultur, cahaya matahari yang masuk tidak berlebihan. Jumlahnya cukup dan tidak menyengat. Sementara itu, pot-pot yang tersusun di railing tangga yang mengarah ke void memiliki fungsi estetika. Nah, tanamantanaman di atap memiliki fungsi yang sangat berbeda daripada biasanya dan ide ini digagas oleh Sigit beserta pemilik rumah. “Dalam green architecture, tanaman hanya berfungsi estetis.

Di sini saya ingin menerapkannya dengan berbeda. Saya kombinasikan dengan konsep urban farming. It’s beyond green architecture. Saya membawa tanaman yang dapat dikonsumsi, tanaman-tanaman produktif. Kebetulan saya dan pemilik rumah samasama penggiat Indonesia Berkebun. Kami memiliki visi yang sama untuk mengedukasi masyarakat, bahwa berkebun juga dapat dilakukan dalam skala kecil. Tapi memang, tidak semua tanaman di rumah ini bersifat produktif. Di tempat-tempat yang sulit dijangkau dan tidak memungkinkan panen, seperti railing tangga, saya sarankan tanaman hias saja,” kisah Sigit. Menurut Sigit pula, ada beberapa manfaat yang dapat pemilik rumah petik dengan menerapkan konsep urban farming. Salah satunya adalah ketahanan pangan. Pemilik rumah tidak perlu terlalu sering berbelanja sayur karena sudah tersedia di kebun rumah. Sayur-mayur yang dikonsumsi pun terjaga kualitasnya karena tidak menggunakan pestisida. Pun, berkebun membuat tubuh tetap bugar. Sebab, aktivitas ini menuntut banyak gerakan dari pemilik rumah, dari mulai menyiram, memupuk, hingga memanen. Terakhir sigit menyarankan agar rumah di bekali dengan sumber listrik cadangan berupa genset perkins. Kapasitas Genset perkins 10 kva cukup untuk mengaliri listrik di rumah. Genset perkins di pilih karena kualitasnya yang nomer 1 di dunia