Forum Komunikasi Peduli Anak Gifted

pascal-edu.com – Berdasarkan cerita dari teman-teman saya yang berprofesi sebagai dokter anak dan psikiater di Indonesia, kasus anak autisme sekarang ini banyak sekali di Indonesia. Akhirnya saya diminta temanteman untuk bercerita di milis diskusi autisme tentang kemungkinan diagnosis lain, yaitu anak gifted yang mengalami disinkronitas perkembangan seperti anak saya yang sudah diketahui sejak usia 3 tahun.

Kini ia sudah melampaui hari-harinya dengan berbagai bimbingan khusus, stimulasi khusus, pelatihan-pelatihan, dan berbagai assessment. Kini ia kuliah di bidang terkuatnya (visual arts dan math), yaitu Games Design & Architecture. Maka, semua yang berawal dari sebuah milis diskusi, kini berkembang menjadi sebuah forum di Facebook. Ketika ke Indonesia sekitar tahun 2000, saya mendapat kabar mengenai anak-anak yang mengalami gangguan perkembangan autisme dan memerlukan berbagai macam terapi.

Forum Anak Gifted

Umumnya, anak-anak ini mengalami keterlambatan bicara. Menurut beberapa teman dan saudara, hal ini karena vaksin MMR yang mengandung merkuri dan atau keracunan dari makanan. Saya belum pernah mendengar persoalan semacam ini. Sekembali ke Belanda, saya tanyakan hal ini pada dokter anak saya. Menurutnya, teori itu belum terbukti kebenarannya. Membuka Kelompok Diskusi Bagaimanapun, saya harus menolong anak-anak seperti itu dari kesalahan diagnosis.

Dari diskusi, banyak orangtua yang mengirimi saya surat. Sebanyak 17 surat saya bawa ke Prof. JF Mönks, ahli gifted terkenal, Guru Besar di Universitas Radboud Nijmegen. Beliau meminta saya menghubungi mahasiswanya (program doktor) di Semarang yaitu Ibu Endang Widyorini. Para orangtua itu kemudian menemui Ibu Endang.

Dengan dukungan Ibu Endang sebagai ahlinya, kami membuka kelompok diskusi melalui Anakberbakat@yahoo groups. com. Waktu itu, Oktober 2001, saya bangun bersama beberapa teman yaitu Ayu Prabawati, Endang Widyorini, psikolog ahli gifted dari Universitas Soegiyapranata, dan Dr. Mohammad Nashim orangtua anak gifted, Faizal.

Milis ini menjadi wadah untuk mendiskusikan gejala anak-anak gifted yang banyak disalah-interpretasikan sebagai gejala autisme dan ADHD. Kami mencoba membahasnya melalui berbagai literatur berbahasa Belanda yang saya terjemahkan dan juga literatur berbahasa Inggris. Saya pun diperkenankan menulis empat artikel berturut-turut di Kompas tentang suka-duka anakanak gifted dan pendidikannya.