Forum Komunikasi Peduli Anak Gifted Bagian 3

generasimaju.com – Jika tidak dibantu/ditolerir, gifted-nya akan sia-sia. Padahal giftedness-nya adalah karunia Tuhan yang perlu dikembangkan, bukan mengabaikan atau bahkan menekannya. Dorongan internal dari lingkungannya akan memacu anak-anak seperti ini untuk mengembangkan intelektualitas dan kreativitasnya.

Dorongan yang besar di masa balita ini sering salah terinterpretasi juga, selain keterlambatan bicaranya. Jika dorongannya tidak teraktualisasi, ia akan frustrasi dan menjadi anak bermasalah. Jangan sampai hanya gara-gara ini berlarut-larut, ia malah depresi dan bunuh diri. Tanggung jawab orangtua memang luar biasa besar.

Anggota Bertambah Banyak

Milis ini beberapa tahun terakhir ramai dengan anggota yang hampir 800 orang dari dalam dan luar negeri. Kini, dengan adanya Facebook, orang lebih senang menggunakan Facebook yang dibuka oleh Ibu Yeni Sahnaz dengan nama Forum Komunikasi Peduli Anak Gifted.

Pesertanya dalam waktu singkat sudah hampir 1.200 anggota. Melihat semangat dan pemahaman yang semakin baik dari para orangtua, saya merasa gembira. Apalagi para orangtua ini sudah mampu berbagi ilmu dan trik-trik pengasuhan sesuai dengan karakteristik anak. Sementara yang masih menyedihkan bagi saya adalah orang masih sering mengatakan bahwa anak saya autisme yang pandai. Padahal bukan sama sekali.

Sekalipun ada autisme yang pandai, tetapi mempunyai perbedaan yang signifkan dengan anak gifted. Pada autisme, mereka mempunyai permasalahan pada pemecahan masalah dan keterbatasan kreativitas. Dalam bidang orthopedagog (ilmu anak berkekhususan) disebut mempunyai masalah konteks (contextblindness). Pada anak gifted justru sebaliknya, ia mempunyai kemampuan tersebut yang luar biasa.

Jadi sekalipun anak itu mempunyai ciri perilaku yang sama dengan autisme, ia masih harus dilihat lebih jauh. Hal ini bisa dilihat oleh psikolog ahli gifted. Anakanak gifted terlambat bicara bukan karena mereka mengalami disorder (menyimpang dan patologis), karena itu tidak membutuhkan obatobatan.

Ia berkembang sepertinya memang karena perkembangannya sendiri, tidak patologis, dan kelak di masa pubertas akan mengalami normalisasi perkembangan, asalkan mendapatkan bantuan yang baik. Ia adalah kelompok anak-anak berisiko. Begitu juga anak saya, setelah masa pubertasnya lewat, maka berbagai kesulitan perkembangan itu dapat dilampauinya.