Forum Komunikasi Peduli Anak Gifted Bagian 2

sat-jakarta.com – Reaksi pembaca luar biasa. Artinya, di sini diperlukan sistem diagnosis yang ukurannya nasional, namun sayang, ahlinya tidak ada. Untungnya, tak lama kemudian, seorang ahli pendidikan anak berkebutuhan khusus yang tengah menyelesaikan studi dokter di AS, Ibu Adi D. Nugroho turut bergabung dan seorang dokter anak Dr. Waldi Nurhamzah, SpA.

Namun diskusi saja tidak cukup, diperlukan diagnosis yang tepat dan pendidikannya. Maka itu saya menghubungi Ikatan Dokter Anak, berbagai universitas yang mempunyai Fakultas Kedokteran, Fakultas Psikologi, maupun Ilmu Kependidikan. Itu pun belum cukup, masih diperlukan peraturan pemerintah. Maka saya menghubungi Direktorat Pendidikan Luar Biasa Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Kesehatan.

Kami mencoba terus melakukan kampanye ke berbagai kota dengan melakukan seminar, wawancara radio, televisi, dan koran. Kami juga ke sekolah-sekolah dan ke mana saja yang mau menerima, di masjid sekalipun.

Perlunya Pemahaman Mengenai Anak Gifted

Pemecahan masalah anak gifted terasa lambat dalam hal diagnosis dan pendidikannya. Namun semakin hari bisa dirasakan istilah anak gifted sudah semakin banyak diketahui orang. Persoalan pertama yang harus diterobos, yaitu memperbarui pemahaman tentang anak-anak gifted dengan teori-teori terbaru yang sudah menjelaskan tentang karakteristik pola tumbuh kembang anak-anak ini. Selain berbagai pengaruh aktualisasi giftedness, pola perkembangannya yang cepat mendahului teman sebaya, tapi sering tidak sinkron, juga perlu mendapat perhatian.

Pola perkembangan seperti ini, menyebabkan banyak dari mereka yang terlambat bicara, atau perilakunya seperti anak autisme atau anak ADHD. Anak dengan perkembangan seperti ini, bisa segera diberi bendera merah dan dikirim ke psikolog anak gifted. Bukan langsung ke psikiater atau malah diobati sendiri.

Apabila ternyata diketahui ada juga komorbiditas (gangguan yang menyertainya), memang diperlukan psikiater atau neurolog, bergantung pada gangguannya. Di sini diperlukan kerja sama multidisiplin kolaboratif. Giftedness harus dideteksi sebab anak-anak gifted mempunyai karakteristik kepribadian, gaya berpikir, dan perkembangan yang berbeda. Jika karakteristik khusus ini tidak ditoleransi dengan baik, anak ini hanya akan menjadi anak bermasalah di mata orangtua. Padahal, ia membutuhkan bantuan orangtua dan guru.