Bagaimana Cara Kerja Sistem Pencernaan Anda?

Sistem pencernaan merupakan sekumpulan organ yang dirancang untuk mengubah makanan yang Anda makan menjadi nutrisi. Nutrisi tersebut nantinya akan digunakan tubuh untuk menjalankan fungsinya, seperti menghasilkan energi, bertumbuh dan berkembang, serta memperbaiki sel.

Ada 8 organ yang termasuk dalam sistem pencernaan, dan menariknya, setiap organ mempunyai cara bekerja yang berbeda satu sama lain. Berikut penjelasannya:

Mulut

Bagian awal dari saluran pencernaan ini bekerja dengan mengunyah makanan menjadi potongan-potongan yang lebih mudah dicerna. Proses ini juga terbantu dengan adanya air liur, dimana air liur akan memulai proses untuk memecah potongan-potongan makanan tadi menjadi bentuk yang dapat diserap dan digunakan oleh tubuh Anda.

Tenggorokan

Tenggorokan atau bisa juga disebut pharynx adalah organ kedua yang dilewati oleh makanan yang Anda makan. Fungsinya seperti jalan penghubung antara mulut dengan kerongkongan.

Kerongkongan / Esofagus

Esofagus adalah tabung berotot yang memanjang dari kerongkongan ke lambung. Melalui serangkaian kontraksi, yang disebut peristaltik, esofagus mengantarkan makanan menuju perut. Tepat sebelum bagian yang terhubung ke lambung, ada “zona tekanan tinggi,” yang disebut sfingter esofagus bawah—fungsinya untuk mencegah makanan mundur kembali ke esofagus.

Lambung

Perut mempunyai bentuk seperti kantung dengan dinding otot yang kuat. Selain menampung makanan, perut juga bekerja dengan menggiling dan mengaduk makanan. Perut mengeluarkan asam dan enzim yang melanjutkan proses memecah makanan.

Usus Kecil / Usus Halus

Setelah melewati perut, makanan akan sampai pada usus kecil. Usus kecil adalah tabung panjang yang berbelok-belok dan dari 3 bagian, duodenum, jejunum, dan ileum. Usus kecil melanjutkan proses memecah makanan dengan menggunakan enzim yang dilepaskan oleh pankreas dan empedu dari hati. Empedu adalah senyawa yang membantu pencernaan lemak dan menghilangkan produk limbah dari darah.

Peristaltik (pergerakan otot) juga berperan dalam hal ini dengan membantu mendorong makanan dan mencampurnya dengan cairan pencernaan. Proses memecah makanan selanjutnya adalah tanggung jawab dari duodenum, sedangkan jejunum dan ileum mempunyai tanggung jawab utama dalam penyerapan nutrisi ke dalam aliran darah.

Ada tiga organ yang berperan penting dalam membantu perut dan usus kecil mencerna makanan:

  1. Pankreas

Salah satu fungsi pankreas adalah mengeluarkan enzim yang membantu usus kecil dalam memecah protein, lemak, dan karbohidrat dari makanan yang kita makan.

  1. Hati / Liver

Ada dua fungsi utama hati dalam membantu pencernaan, yaitu memproduksi dan mensekresikan empedu, serta membersihkan dan menjernihkan darah yang berasal dari usus kecil yang mengandung nutrisi yang baru saja diserap.

  1. Kandung Empedu

Organ berbentuk seperti buah pir ini terletak tepat di bawah hati. Empedu yang dihasilkan oleh hati, akan ditampung disini setelah melewati saluran kistik. Saat sedang makan, maka kandung empedu akan mengirimkan empedu simpanannya ke usus kecil.

Usus Besar / Kolon

Setelah nutrisi diserap dan cairan yang tersisa telah melewati usus kecil, apa yang tersisa dari makanan yang Anda makan atau tinja akan menuju ke usus besar. Proses ini memanfaatkan pergerakan otot atau peristaltik.

Sisa makanan atau tinja awalnya encer, tapi begitu kandungan air nya dipisahkan, tinja akan mengeras. Tinja disimpan di dalam kolon sigmoid sampai ada “gerakan” yang mendorongnya menuju rektum. Biasanya dibutuhkan waktu sekitar 36 jam untuk tinja melewati usus besar.

Sebagian besar dari tinja adalah sisa makanan dan bakteri. Bakteri yang ada dalam tinja berguna untuk mensintesis berbagai vitamin, memproses produk limbah dan partikel makanan, serta melindungi terhadap bakteri berbahaya.

Ada salah satu bagian dari usus besar yang bernama kolon desendens. Jika bagian ini sudah penuh dengan tinja, ia akan mengosongkan isinya menuju rektum untuk memulai proses eliminasi.

Rektum

Rektum adalah penghubung usus besar dengan anus. Adalah tugas rektum untuk menerima tinja dari usus besar dan mengirimkan “sinyal” agar Anda tahu bahwa ada tinja yang perlu dibuang, tinja akan tertahan di rektum jika proses pembuangan belum dilakukan.

Ketika sesuatu (gas atau tinja) masuk ke dalam rektum, ada sensor yang mengirimkan pesan ke otak. Otak kemudian memutuskan apakah sesuatu (gas atau tinja) tersebut bisa dibuang atau tidak. Kalau bisa, spinchter (otot) akan mengendur dan rektum akan berkontraksi, sehingga isinya bisa terbuang. Sebaliknya, jika tidak bisa dibuang, spinchter yang akan mengerucup sehingga tinja akan tetap tertampung dalam rektum.

Anus

Anus adalah bagian terakhir dari saluran pencernaan. Anus terdiri dari otot-otot dasar panggul dan dua sfingter anal (otot internal dan eksternal). Lapisan anus bagian atas khusus untuk mendeteksi isi dari rektal. Hal ini memungkinkan kita mengetahui apakah isi dari rektal itu cair, gas, atau padat.

Otot dasar panggul menciptakan sudut antara rektum dan anus yang menghentikan tinja keluar jika belum saatnya. Sementara sfingter anal memberikan control terhadap feses. Misalnya, sfingter internal akan menjaga feses agar tidak keluar saat kita belum sampai ke kamar mandi.

Sumber: https://www.deherba.com/9-cara-alami-menyehatkan-sistem-pencernaan-anda.html